Showing posts with label Muslim Scholars. Show all posts
Showing posts with label Muslim Scholars. Show all posts

Saturday, February 23, 2013

Mutiara Kata 117

”Every human has weaknesses and imperfections. When you start to speak about the weaknesses of others you’re only harming yourself by exposing your own. Your inability to see the greater good in people, and your inability to only speak good or remain silent.” ~Sheikh Navaid Aziz

Sunday, January 6, 2013

Mutiara Kata 98

‎" Don't despair over the events of the past for none of the events of the dunia were ever meant to remain..." ~ as-Syafie

Saturday, July 14, 2012

Mutiara Kata 82

"Patience is not an attribute but a choice of good decision taken. Patience will last with action!"~ Prof Kamarulazizi

Mutiara Kata 81

"Think not of failure too much cause it may led to one. Take failure with open heart, strife and check ahead, it will always led to success."~ Prof Kamarulazizi

Friday, June 29, 2012

Mutiara Kata 74

"Sebesar-besar keaiban (keburukan) ialah apabila kamu mengira keaiban orang lain sedangkan keaiban itu ada pada diri kamu sendiri"~ imam Syafie

Thursday, June 21, 2012

Mutiara Kata 60

"Seorang muslim apabila dia menggauli manusia dan bersabar dengan karenah atau ragam mereka,adalah lebih baik dari seorang muslim yang tidak menggauli manusia dan tidak sabar dengan karenah manusia..."at- Tirdmizi

Tuesday, June 19, 2012

Mutiara Kata 58

“Soft words soften the hearts that are harder than rock, harsh words harden heart that are softer than silk.” ~Imam Ghazali

Thursday, June 7, 2012

Mutiara Kata 49

Cintailah Dia, beramallah demi-Nya, bukan demi yang lain selain Dia. Takutlah kepada-Nya, jangan kepada yang lain. Semuanya itu dengan hati, bukan dengan cakapan mulut. Itu semua ada dalam khalwat (bathin), bukan dalam jalwat (lahiriah). Jika tauhid di ambang pintu rumah, ternyata syirik bersemayam di dalamnya, maka demikian itu adalah “nifaq” (hipokrit). Hindarilah taqwa di mulut, liar di hati, syukur di lisan dan ingkar di hati. Celaka jika ucapan mulut tidak sama dengan qalbumu ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Mutiara Kata 48

“Jika kamu memberikan makanan mu kepada para muttaqin serta membantu dia dalam urusan dunia, lalu kamu mendapatkan bahagian pahala dari amal yang ia lakukan, tidak kurang sedikitpun kerana kamu telah menolong niatnya dan telah menghilangkan kesulitannya. Pendek kata, kamu telah mempercepatkan langkahnya ke hadapan Allah Azza Wajalla. Demikian pula jika kamu memberikan makanan mu kepada orang munafik yang nyata dan melakukan maksiat, serta kamu membantunya dalam urusan dunia, bererti kamu akan mendapat siksa dari kejahatannya, tidak kurang sedikitpun kerana kamu telah menolongnya dalam maksiat kepada Allah Azza Wajalla. Tentu saja keburukannya akan kembali kepadamu.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Mutiara Kata 47

“Berserahlah diri kepada Allah Azza Wajalla. Bermohonlah kepadaNya untuk memenuhi keperluan-keperluanmu. Janganlah kau kira amal perbuatan yang kau lakukan saat jatuh miskin. Bukalah lebar-lebar pintu hubunganmu dengan Dia. Akuilah segala dosamu. Mohonlah ampun (maghfirah) kepadaNya atas semua kekuranganmu. Yakinilah bahawa tidak ada kemudaratan, tidak ada yang memberi faedah atau memberi anugerah, dan tidak ada yang mampu menolak kenestapaan kecuali Dia. Pada saat-saat itulah buta hatimu lenyap. Mata hatimu telah terbebas dari segala penderitaan.
Saudaraku! sikap itu bukanlah terdapat pada pakaian atau makanan. Sikap itu bersemayam dalam lubuk hati sanubari yang zuhud. Orang yang benar akan mengenakan pakaian sufi dalam batinnya, baru kemudian mengenakannya pada lahirnya. Secara berturut-turut dikenakan pada dirinya, hatinya, jiwanya, dan kemudian anggota-anggota badannya.
Jika semuanya telah berselimut dengan pakaian itu, maka datanglah tangan kasih sayang dan anugerah yang menggantikannya dengan pakaian sukacita, siksaan berganti dengan kenikmatan, kemarahan berganti dengan kesenangan, kekhuatiran berganti dengan ketenteraman, jauh berganti dekat, dan fakir berganti dengan kaya.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Mutiara Kata 46

“Jika tauhid, ikhlas, makrifat dan mahabah kepada Allah Azza Wajalla telah benar-benar meresap dalam lubuk hatinya, maka datanglah (kepadanya) keteguhan pendirian dan kelonggaran mutlak. Datang pula kepadanya kekuatan raksasa dari Allah Azza Wajalla. Ia, dengan kekuatannya itu, sanggup memikul beban berat makhluk, tanpa payah. Ia mendekati mereka, ia menuntut mereka. Segala kesibukannya hanya untuk kemaslahatan mereka, namun tidak melalaikannya daripada Tuhannya walau sekejap masa. Orang yang zuhud selalu berusaha lari dari makhluk, tetapi orang zuhud yang kamil tidak demikian. Ia tidak berusaha menghindari mereka, kerana ia sudah mencapai darjat arifbillah (makrifat kepada Allah SWT).” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Mutiara Kata 45

“Keberanian musuh (orang-orang kafir) dinilai dari ketabahannya di saat berhadapan dengan mereka. Tetapi, keberanian orang-orang soleh dinilai dari segi ketabahannya di waktu bertemu dengan hawa nafsu, kesenangan, perwatakan syaitan-syaitan dan teman-teman mereka yang sentiasa mengajak berbuat kejahatan. Sedangkan keberanian orang-orang khas (Khawwash) dinilai dari segi “zuhud”nya dalam urusan dunia dan akhirat dan kebergantungannya kepada Allah Azza Wajalla.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Mutiara Kata 44

“Nabi Isa a.s. berkata kepada iblis yang bermaksud: “Siapa yang paling kau senangi? Jawab iblis: “Orang mukmin yang bakhil”. Nabi Isa a.s. bertanya lagi: “Siapa yang paling kau benci? Iblis menjawab: “Orang fasiq yang dermawan.” “Mengapa begitu?”, tanya Nabi Isa a.s. Iblis menjawab: “Ya, aku menginginkan dari orang mukmin yang bakhil agar ketamakannya itu menjerumuskannya ke jurang kemaksiatan, dan aku sangat khuatir kalau keburukan-keburukan orang fasiq itu terhapus oleh kedermawannya.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Wednesday, December 28, 2011

Mutiara Kata 9

"Lihatlah kepada orang yang lebih bawah daripada kamu dan janganlah kamu melihat orang lebih tinggi daripada kamu, ianya lebih wajar agar kamu tidak memperkecilkan nikmat Allah SWT." ~Riwayat Muslim

Tuesday, September 20, 2011

Mutiara 3

“Banyak kenikmatan yang tersembunyi di antara taring-taring bencana. Banyak kegembiraan yang menghadap arah di mana beberapa musibah menanti. Bersabarlah atas ujian-ujian yang menimpamu kerana segala sesuatu ada sebabnya. Setiap kesusahan itu ada kegembiraannya. Setiap yang murni ada campurannya.” ~ Imam al-Ghazali Petikan Buku: Mukasyafah al-Qulub.

Tuesday, September 13, 2011

Mutiara 1

“Bantulah orang fakir dengan sebahagian harta kalian. Jangan pernah menolak pengemis, padahal kalian mampu memberikan sesuatu untuknya baik sedikit mahupun banyak. Raihlah kasih sayang Allah dengan pemberian kalian. Bersyukurlah kepada Allah yang telah membuat kalian mampu memberi. Jika pengemis adalah hadiah dari Allah, sementara kalian mampu memberinya, mengapa kalian menolak hadiah itu?! Bohong kalau kalian mendengar nasihat dan menangis di hadapanku, tapi saat orang datang meminta uluran tangan, kalian malah membiarkannya. Itu menunjukkan bahawa tangisan kalian belum kerana Allah.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Petikan Buku: Futuhul Qalb.